Siapa bilang jaket gunung bentuknya gitu-gitu aja dan kaku? Buat kamu Gen Z yang tetap pengen kelihatan slay pas difoto di puncak, kamu harus perhatiin teknik layering system. Ini dia panduan OOTD yang nggak cuma keren secara aesthetic, tapi juga 100% aman buat suhu ekstrem di atas sana.
1. Base Layer (Pakaian Dasar)
Ini layer yang langsung nempel ke kulit. JANGAN PERNAH PAKAI BAHAN KATUN! Katun menyerap keringat tapi susah kering, bikin kamu kedinginan (hipotermia). Gunakan bahan Dry-Fit atau Polyester. Pilih warna earth tone (cokelat, hijau lumut, atau krem) biar nyatu sama alam.
2. Mid Layer (Pakaian Penghangat)
Di layer kedua ini, kamu butuh kehangatan. Jaket fleece atau polar adalah pilihan terbaik. Kamu bisa pilih sweater fleece dengan motif tribal atau warna solid yang mencolok biar bagus di kamera.
3. Outer Layer (Pakaian Pelindung Luar)
Ini adalah jaket paling luar untuk menahan angin (windbreaker) dan air (waterproof). Pilih jaket dengan desain modern dan warna kontras seperti Kuning Mustard, Merah Bata, atau Biru Elektrik biar fotomu pop-out di tengah lanskap abu-abu/hijau.
Celana: Ucapkan Selamat Tinggal Pada Jeans!
Mendaki pakai celana jeans adalah kesalahan fatal. Jeans kaku, berat, dan kalau basah bikin kamu kedinginan parah. Pakailah celana cargo trekking yang stretch atau legging sport tebal untuk wanita. Keduanya bikin pergerakan bebas dan tetap kece dipadukan dengan sepatu gunung.




